CaCaTNaDa's posts with tag: wacana hari ini

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag wacana hari ini
Blog EntryWE HIBRID BUT WE FORGET!!!!Feb 29, '08 7:45 PM
for everyone

WE HIBRID BUT WE FORGET!!!!

Seperti itulah mungkin kita hari ini. Beberapa malam yang lalu saya berbincang dengan seorang teman, dia seirang musisi tradisi yang benar- benar kental dengan tradisi musik jawa. Akan tetapi "kekentalan"-nya dengan tradisi jawa, tidak membuatnya melupakan "tradisi" mordernitas yang sekarang melingkupi dengan sangat anak muda dinegeri yang "hilang" local wisdomnya.

Dengan sangat fasih ia mampu menyanyikan mocopat mocopat jawa, seperti Dandang gula, Asmaradhana, ataupu Sinom. Tetapi dengan fasih juga ia mampu meracik karya- karya "sakti" itu dengan sebuah paduan antara musik hip-hop, dan rap. Bukan "wannabe" tetapu benar- benar gaya jawa yang genuine dalam musik modern. Bukan barang baru sih, tetapi saya proviciat dengan apa yang dia lakukan, ditengah anak muda "hari ini" yang ingin tampak modern dengan "karya- karya" mereka. Tetapi teriak ketika aset estetik-"nya" dicuri oleh yang lainnya.

Dia berkata : Hip Hop yang akan mencuri kita, atau kita yang harus mencuri hip hop. Sesaat aya tertawa, kemudian terdiam, sialan mencabik juga kata- katanya. Mengingat hip hop yang pada kitah-nya adalah bahasa resistensi dan kemudian digunakan sebagai bahasa penyadaran...... ah brilian. Ada satu lagunya yang buat saat terhenyak. Judulnya Jathilan (sebuah kesenian magis dari Jawa), disitu dia berkata- kata tentang anak muda jaman sekarang yang lupa sudah dengan "bahasa ibu"-nya, budaya asalnya. Jatilan sudah digantikan dengan Trance, House, dan apalah....Dan ketika dicuri budaya-nya jangan nyesel, kalo bisanya cuma teriak- teriak!!!!

Teman saya yang lain berkata : Kita adalah generasi hibrid yang telah tercabut dari akar-nya. Setuju!!!! Saya mungkin sudah tidak dapat dengan lancar menggunakan bahasa Jawa Kromo Inggil, atau Madya. Bahkan "unggah-ungguh" (tata krama) mungkin sudah lupa.Seringkali malu juga harus berhadapan dengan Orang Tua pacar saya yang kebeneran Dalang. Sialan!!!! Bahkan pacar saya bisa dengan fasih menyanyikan tembang- tembang mocopat atau campur sari, tetapi diapun dengan fasih dapat menyanyokan lagunya MOCCA, atau Melancholic Bitch. Saya teringat saat tugas akhir kuliah dulu dengan kata "KREOLISASI" penyerapan budaya dengan tidak sepenuhnya, dengan berbagai faktor. Baik gradasi informasi, perbedaan kultural, atau pemahaman individu yang terbatas. Tetapi saya lebih meng"amin"i 2 hal yang terakhir.

Harus kita akui, kita lupa, kita luka (pinjem ya om Otong "Koil"). Kita lupa dengan budaya kita, lupa dengan "Jawa"-nya kita (bukan mengacu pada kesukuan tetapi "jawa" dimakanai sebagai asal- usul siapa kita), sehingga kita adalah orang- orang yang terlahir cacat secara budaya dan secara bangsa. Saya tantang diantara semua orang yang akan/sudah membaca belum tentu bisa bahasa jawa halus, nembang mocopat, atau minimal tahu melodi (solmisasi) jawa/ lagu tradisi. Jadi pas kan "kita lupa, kita luka".

Ini bukan menggurui atau sebuah gerakan/ ajakan. Ini adalah "sesuatu" yang meng"eling"kan / mengingatkan bahwa kita juga punya basic culture. Di jepang, Butoh, Noh, atau tradisi minum teh masih jadi tradisi, bahkan ada "present" kalo anak mudanya mau melestarikan budayanya. Memang di tempat kita tidak ada "present" khusus. Tetapi jaga- jaga aja biar nggak ada lagi yang mengaku- aku budaya kita milik siapa. Kalu terjadi ujung-ujungnya protes ke pemerintah atau siapa yng "harusnya melestarikan" budaya, padahal ini adalah jelas- jelas tugas kita.

MASIH MENGAKU HIBRID, dan HEBAT !!!!!! (ingat saja siapa kita, dimana kita, dan darimana kita! ngga` malu dengan orang luar!!)

 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help